Sabtu, 22 Maret 2014

bersama hujan

aku ingin menjadi seorang yang romantis, hari ini saja, karenamu.
Sebagai seorang yang romantis, aku ingin membuat diriku percaya bahwa hujanlah yang mengirimmu padaku.

Kau datang setelah hujan menggedor-gedor atap rumahku.
Yang tentu saja tidak aku bukakan, karena hujan menggedor atap, bukan pintu.

Jika percaya bahwa hujan yang mengirimmu padaku adalah gila dan terlalu memaksa, maka aku akan menurunkan standar keromantisanku dengan begini : mungkin benar, bukan hujan yang mengirimmu padaku. Tapi yang jelas, hujanlah yang menahanku untuk kemudian akhirnya kita bertemu.

Tak jauh berbeda bukan ? Ini semua tentang hujan.
Tentang dirimu.
Tentang kedatanganmu, seusai hujan menggedor-gedor atap rumahku.
 Namun tak aku bukakan, karena hujan menggedor atap, bukan pintu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar